Swasta Atau Negeri, Ijazah Sarjanamu Tetap Laku

Perguruan Tinggi Negeri merupakan tujuan favorit bagi para calon mahasiswa. Ada beberapa alsan PTN lebih favorit dari pada PTS, salah satunya adalah masalah biaya. Memang tidak dapat dipungkiri biaya kuliah di perguruan tinggi negeri lebih murah daripada perguruan tinggi swasta. Sebelum adanya UKT kalo tidak salah sebelum tahun 2016, di UNY biaya persemester hanya sekitar Rp 700.000 untuk kelas reguler dan Rp 1.400.000 untuk kelas non-reguler. Dibandingkan dengan univeristas swasta, biaya pembayaran persemester bisa mencapai 3 kali lipat lebih tergantung jurusannya. Akan tetapi kuota mahasiswa di PTN sangat terbatas, mau tidak mau sebagian calon mahasiswa yang tetap ingin kuliah harus memilih perguruan tinggi swasta sebagai pilihan terakhir. Meskipun kamu kuliah di perguruan tinggi swasta, jangan minder karena apapun ijazah sarjana yang kamu miliki akan tetap laku di dunia kerja.

Bukan Status, Melainkan Akreditasi dan IPK

Dalam dunia kerja ijazah sarjana yang kamu miliki tidak diukur dari status universitas negeri atau swasta, namun lebih ke peringkat akreditasi universitas. Akreditasi universitas negeri B biasanya disetarakan dengan akreditasi universitas swasta A. Gampangnya, universitas swasta dengan akreditasi A sudah diakui setara dengan universitas negeri. Oleh karena itu dalam memilih univeristas swasta, pertimbangkan juga akreditasi yang dimilikinya.

Selain akreditasi, pertimbangan kandidat di dunia kerja adalah IPK yang dimilikinya. Untuk lulusan universitas negeri, IPK minimal standar dalam dunia kerja adalah sekitar 3,00 sedangkan untuk lulusan universitas swasta, IPK minimal yang harus kamu capai adalah 3,30. Secara tingkat kesulitan di universitas negeri lebih sulit dari pada di swasta dalam mencapai nilai IP tinggi. Oleh karena itu meskipun kamu kuliah di universitas swasta, maksimalkan IPK mu agar lebih mudah dalam mencari pekerjaan.

IPK vs Aplikasi

Terdapat beberapa pekerjaan, syarat dan kualifikasi para kandidatnya diukur berdasarkan IPK yang dimiliki. Beberapa bidang tersebut biasanya berasal dari bidang tertentu seperti ilmu alam, ilmu sosial, dan ilmu perhitungan. Penilaian dari kemampuan kandidat hanya dapat dilihar berdasarkan perolehan akademis mereka. Akan tetapi terdapat beberapa bidang, syarat dan kualifikasinya bukan berdasar nilai akademis IPK, melaikan seberapa matang kamu menerapkan atau mengaplikasikan ilmu yang kamu peroleh selama di bangku kuliah. Bidang pekerjaan yang lebih memperhatikan pengalaman dan kemampuan aplikasi adalah seperti ilmu teknik, ilmu seni, ilmu komputer, dan ilmu olahraga. Oleh karena itu mengenali kebutuhan pasar sesuai bidangmu sangat membantu untuk mempersiapkan dirimu di dunia kerja nanti. Ijazah sarjana dan IPK memang penting, namun jangan lupa bahwa tujuan utama dalam belajar ilmu adalah penerapannya.

Keahlian Non-Akademis

Selama kamu kuliah kurang lebih 4 tahun, pastinya kamu akan melakukan banyak kegiatan selain belajar di kampus. Jika kamu memiliki suatu kegiatan atau hobi, dalami betul-betul hal tersebut. Saya memiliki beberapa teman yang justru meniti karir dari kegiatan non-akademis selama kuliah seperti pelatih debat, pelatih marching band, trainer, motivator, bahkan mengembangkan bisnis travel yang bermula dari sambilan sebagai sopir dan guide. Tak ada yang tahu bagaimana nasibmu di 4 tahun yang mendatang. Saya sendiri sempat bekerja di perusahaan game mobile yang berada di Indonesia, padahal jurusan saya bukan dari ilmu komputer.

So, apapun jurusanmu, dimanapun kuliahmu, jangan menyerah hanya gara-gara status universitas yang berbeda. Selalu ada jalan untuk meniti karir di masa depan.

 

Rate this article....!

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>