10 Kelebihan Sistem Pendidikan Jepang (pt.2)

Kualitas sumber daya manusia di Jepang sudah tidak diragukan lagi. Dari mulai teknologi, hingga budaya, Jepang menunjukkan bagaimana sistem pendidikan mereka berhasil menghasilkan individu dengan kualitas akademis dan personal yang tinggi. Nah berikut ini ini adalah lanjutan dari 10 kelebihan sistem pendidikan di Jepang bagian ke dua.

6. Mata Pelajaran Tradisional

Sebagai negara maju, Jepang terkenal dengan bagaimana mereka menjaga kebudayaan mereka. Meskipun dikategorikan sebagai negara maju, tidak banyak dari mereka yang menguasai bahasa Inggris karena mereka lebih bangga dengan bahasa sendiri. Hal ini adalah wujud dari kebanggaan budaya mereka sendiri dari pada mengikuti trend populer dari negara barat. Untuk memperoleh hal tersebut, para siswa mendapatkan pelajaran tradisional jepang termasuk kaligrafi dan kesusastraan Jepang.

7. Penggunaan Seragam Untuk Tingkat Menengah dan Atas

Penggunaan seragam di sistem pendidikan sangat unik. Pada tingkat sekolah dasar, para siswa dasar tidak menggunakan seragam. Hal ini untuk memberikan kenyamanan pada anak-anak selama berada di sekolah. Akan tetapi ketika masuk ke tingkat menengah dan atas, mereka akan menggunakan seragam. Penggunaan seragam ini untuk menghindari ketimpangan sosial diantara siswa-siswa serta agar mereka lebih meningkatkan rasa sosial antar siswa.

8. Tingkat Kehadiran Siswa 99%

Secara statistik, siswa di Jepang memiliki tingkat kehadiran yang sangat tinggi yaitu 99%. Sangat jarang siswa di Jepang untuk bolos sekolah. Jangankan untuk bolos, siswa yang tidak memperhatikan guru saat proses belajar mengajar sangat jarang ditemukan.

9. Ujian Akhir Penentu Masa Depan

Jika di Indonesia menganggap bahwa UAN tidak adil bagi para siswa, berbeda dengan Jepang. Sampai sekarang sistem pendidikan Jepang masih menerapkan ujian akhir nasional. Pada akhir masa sekolah tingkat atas, seluruh siswa harus mengikuti ujian penting yang menentukan masa depan mereka. Nilai dari ujian akhir ini digunakan tidak hanya sebagai kelulusan namun juga syarat untuk masuk ke perguruan tinggi. Saking ketatnya ujian ini, para siswa sma kelas 3 benar-benar mempersiapkannya dengan matang. Dari data statistik hanya 76% lulusan SMA yang dapat melanjutkan ke tingkat lebih tinggi setelah ujian tersebut. Karena saking sulitnya, ujian tersebut mendapat istilah “examination hell’ atau ujian neraka.

10. Kuliah Adalah Masa Terindah

Beban pendidikan di Jepang yang terberat adalah saat SMA. Nilai akhir saat SMA sangat menentukan masa depan seorang siswa. Oleh karena itu bagi mereka yang berhasil masuk perguruan tinggi merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Sebelum masuk ke dunia kerja yang sangat ketat di Jepang, para mahasiswa benar-benar menikmati masa-masa selama kuliah. Karena kondisi itu masa ketika kuliah sering disebut sebagai liburan hidup.

Rate this article....!

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>