Culture Shock Ketika Pertama Kali Kuliah

Bagi kamu yang sudah diterima di perguruan tinggi pasti tidak sabar untuk segera menjalani pengalaman baru sebagai mahasiswa. Sebagai mahasiswa nantinya kamu akan berhadapan dengan tanggung jawab baru. Ada beberapa hal baru dan berbeda yang akan kamu temui selama menjadi mahasiswa. Agar memudahkannmu untuk segera beradaptasi menjadi mahasiswa, berikut ini ada beberapa hal yang sering membuat para mahasiswa baru mengalami culture shock.

1. Merencanakan Studi Setiap Semester

Berbeda ketika semasa SMA, sebagai mahasiswa kamulah yang bertanggung jawab untuk merencakan studimu selama satu semester kedepan. Setiap mahasiswa harus mengisi Kartu Rencana Studi atau disebut sebagai KRS pada awal-awal semester. KRS ini dapat diibaratkan kartu pendaftaran mata kuliah apa yang nantinya akan kamu ambil selama satu semester. Di beberapa perguruan tinggi, khusus untuk semester awal biasanya sudah disediakan paket mata kuliah yang wajib diambil. Namun kamu sebagai mahasiswa tetap mengisi sendiri, baik melalui sistem online atau manual. Setiap perguruan tinggi memiliki sistem KRS yang berbeda-beda. Sempatkanlah ke kantor jurusanmu dan tanyakan pada admin tentang tata cara mengisi KRS. Dan satu lagi, KRS ini pengisiannya harus sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Pastikan kamu mengisi sesuai jadwal. Jika terlambat mengisi KRS, bisa mengakibatkan kamu tidak bisa mengikuti kuliah selama satu semester. Oleh karena itu, rajin-rajinlah mencari informasi baik dari pengumuman resmi, admin, atau bahkan kakak angkatan.

2. Kelas yang Berpindah-Pindah

Jika selama SMA kamu berada pada kelas yang sama selama 2 semester, selama kuliah setiap mata kuliah akan dijadwalkan pada kelasnya masing-masing. Sangat besar kemungkinan setiap mata kuliah ditempatkan pada kelas yang berbeda. Oleh karena itu baik mahasiswa atau dosen harus masuk pada kelas yang sudah ditentukan jadwalnya.

3. Jatah Absensi setiap Mata Kuliah

Salah satu persyaratan dosen dalam memberikan nilai mata kuliah adalah kehadiran setiap mahasiswa dengan prosentase tertentu. Semisal, jika dalam satu semester terdapat 16 pertemuan dengan minimal prosentase 75%, maka kamu harus hadir minimal 14 pertemuan agar berhak mendapat nilai. Jika absesnsi kamu berada di bawah batas minimal, maka dosen berhak untuk tidak memberikan kamu nilai, alias kosong. Jika suatu mata kuliah memiliki nilai kosong, maka kamu mengulangnya lagi di semester depan atau tahun depan. Oleh karena itu, jangan sering-sering bolos karena kamu sendiri nantinya yang akan mengalami kesulitan.

4. Bobot Nilai Pada Komponen Perkuliahan

Nilai mata pelajaran pada SMA biasanya hanya diambilkan dari nilai hasil ujian akhir semester. Di bangku kuliah, nilai dari suatu mata kuliah merupakan hasil dari rata-rata komponen perkuliahan, yaitu absensi, perilaku selama di kelas, tugas, dan UAS. Empat komponen tersebut merupakan kriteria dosen dalam memberikan nilai pada mahasiswanya. Meskipun kamu mendapatkan nilai sempurna pada UAS, namun jika kamu sering terlambat mengumpulkan tugas kemungkinan nilaimu menjadi menurun. Setiap dosen biasanya memiliki kriteria tambahan, oleh sebab itu perhatikan baik-baik agar kamu mendapatkan nilai yang maksimal.

5. Dosen Berbeda dengan Guru

Jika guru sering menjelaskan mata pelajaran dengan details, dosen hanya menjelaskan suatu mata kuliah di permukaan saja. Kebanyakan cara dosen mengajar hanyalah memberikan petunjuk tentang hal apa saja yang akan dipelajari selama satu semester. Bahkan dalam satu pertemuan, dosen biasanya tidak terlalu banyak menjelaskan. Selain menjelaskan, dosen biasanya akan meminta kamu untuk presentasi secara berkelompok, menunjukkan apa hasil diskusi kamu dan teman kelompok pada suatu topik tertentu. Justru dalam perkuliahan, berbagi materi menjadi hal biasa. Kuncinya adalah, kamu harus tetap belajar sendiri jika ingin memahami lebih dalam tentang suatu ilmu.

Itulah beberapa hal yang sering membuat mahasiswa baru culture shock. Persiapkan benar-benar mental dan pikiran kamu untuk kuliah. Fokus bahwa tujuan utama kamu adalah menuntut ilmu apapun halangan dan rintangan. Pengalaman menjadi mahasiswa baru akan membuka mata dan pikiran bagaimana perjuangan seorang untuk memperoleh ilmu.

 

Rate this article....!

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>